Laskar Pelangi itu Kini Adalah Anamfal
![]() |
| Novel dan Film Laskar Pelangi |
Tidak pernah terbayangkan membandingkan antara Pesantren Quran Anamfal dan SD Muhammadiyah, Gantong, Belitung yang terdapat dalam novel besutan Andre Hirata. Alumni Sorbon Paris itu. Yang kami baca dan lalu kami tonton dalam layar lebar saat masih SMA awal, di MAN Buntet. Saat Mondok dan mengajar di Pondok Sadpas Pasawahan, Cirebon.
Sampai akhirnya Anamfal mendirikan sekolah SMP dan SMA Quran. Terasa sangat terasa banyak kesamaanya. Ternyata yang sekitar hampir 20 tahun yang lalu kami tonton, "Saat ini kami adalah menjadi prlakunya."
Ahad ini aku merenung menikmati tafakkur. Muhasabah mencari dan menjalankan solusi Anamfal. Di tengah memberikan Mudabbir untuk libur 1 hari full layaknya cuti karena sudah sabar. Mengurus, melayani, dan mendidik santri saat abi berupaya di Jakarta, hendak ke Hong Kong dan Solo.
Persamaannya :
1. SD Laskar Pelangi (ke depannya disebut SD LP) hampir tutup karena kekurangan murid, begitu pula Anamfal. Walau saat ini tidak ada aturan diknas yang eksplisit, murid yang kurang berakibat penutupan. Kekurangan murid berdampak pada keuangan yang akhirnya sama mengancam merontohkan sekolah juga.
2. Mode dalam bertahan. SD LP gedungnya hampir roboh. Sampai perlu ditahan oleh 2 kayu besar. Atap lantai 2 yang sementara pakai bambu. Harusnya dicor atau diganti baja ringan jika tidak lanjut lantai 3. Sudah terbuka-buka terkena angin. Membahayakan nyawa santri dan suara bergemuruh spandek yang hampir terlepas saat angin datang.
Lantai 2 yang belum terkeramik semua, adalah sama dengan SD LP. Bocor-bocor. KBM terganggu saat bocor. Kami merasakan hal yang sama.
3. Jumlah murid sama saat ini sama-sama 10 yang mukim.
4. Ibu Halimah SD LP terpaksa sebagai guru juga berupaya mencari siswa baru. Ikut serta berupaya mensukseskan PSB/PPDB. Karena terkait keberhasilan lembaga.
5. Karena PSB yang gagal angkatan setelehnya tidak ada. SMA kelas X saat ini tidak ada. SMP kls 7 dan 8, masing-masing hanya 1. Kegegalan ini karena fasilitas dan sarana yamg tidak baik yang menarik orang untuk bersekolah di situ.
6. SD LP telat honor 2 bulan itupun sudah mengkhawatirkan, sedang Anamfal sudah 6 bulan.
7. Sama-sama mengurusi mayoritas atau sebgian besar adalah rakyat yang tidak mampu. Yatim dan Dhuafa. Yang peduli pada mereaka. Walau melahirkan relaitas lembaga yang tidak sehat. Termasuk keuangan yang sakit.
8. Siswa diberi tugas bergilir untuk membeli kapur tulis untuk papan tulis belajar. Cukup jauh lokasinya menggunakan sepeda. Bahkan mereka masih SD. Saat liburan sekolah, mereka membantu kerja orangtua. Santri Anamfal pun ada yang demikian. SD LP ada khidmah sebagaimana Anamfal terapkan.
9. Sama-sama kurikulum lebih dominan agama.
10. SD LP dalam Ujian Akhir Sekolah belum bisa mengadakan sendiri, wajib nginduk ke SD PN Timah. SMA Quran Anamfal, karena kurangya keuangan, sehingga berbagai izin belum terpenuhi. Santri harus nginduk ke rekan abi di Subang.
Inspirasi yang Perlu Dilakuakn :
1. menang lomba yang menarik hati masyarakat dan terbukti mendorong keberhasilan PSB
2. Menjadi guru memang pilihan. budaya dan sistm yang ada belum banyak mengapresiasi. 3 Guru yg ikhlas terpanggil 2 guru. Pak Harfan dan Ibu Muslimah.
3. Buat yang biasa menjadi luar biasa. Menang lomba 17an dan cerdas cermah contohnya dan bisa mengalahkan juara bertahan drumband modern
4. Orangtua kaya bisa memasukan anaknya ke sekolah atau pindah sekolah karena kebagusan atau keunikan yang disukai sudut pandang anak. Orangtua akan ngikut. Kunci PSB 70% keberhasilan ikuti minat anak.
5. Kalua mau pintar, belajar. Kalau mau berhasil, usaha.
6. Jangan pernah menyerah, hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya. Dan bukan menerima sebanyak-banyaknya.
7. Pak Harfan berjuang dan meninggal di sekolah tempatnya berjuang. Ibu Muslimah mendapati takdir mengurus SD seorang diri
8. Melewati masa berat meninggalnya pak Harfan. Masa berkabung. Ibu Muslimah tidak masuk dan anak-anak banyak yg tidak masuk sekolah. Hampir tutup dan bangkrut.
9. Anak punya kemauan kuat bercita-cita tinggi. Kemauan dari dalam
10. Keberhasilan sekolah tidak ditutup karena sang pendiri atau sang kepala memilki alas an yang kuat kenapa ini harus brdiri. Kasus SD LP karena sekoleh pendekatan tidak melelui materi, sekolah agama. dengan hati.
11. Anak yang mendaftar dan bertahan dianggap anugerah dan diapresiasi.
12. Ada anak sekitar 2 untuk menyemangati dan mengajak yang lainnya bertahan. menularkan virus kebaikan bertahan di sekolah.
13. Menjadi guru yang dibutuhkan dan dirindui santri
14. Hidup memang paradoks, realita terima. lintang yang cerdas juara 1 cerdas cermat tidak bisa melanjutkan lulus sd. karena bpk melaut. ibu tidk ada. harus menjaga adik-adiknya.
